Minggu, 08 November 2015

Cream HN Melembabkan Membersihkan dan Memutihkan Wajah

cream hn
Paket cream hn

Paket Cream HN

Cream hn adalah Cream pelembab (moisturizer) harian, terdiri dari cream siang dan malam. Sebagai pelembab, cream ini berfungsi meningkatkan kadar air pada Stratum-Corneum atau lapisan kulit paling luar untuk mencegah kulit dari kekeringan, atau mengembalikan kulit kering pada kelembaban normal. Dengan kelembaban yang stabil, kulit akan menjadi lebih halus.

Umumnya cream ini digunakan berbarengan dengan produk HN lainnya agar mendapatkan hasil yang maksimal yaitu, facial Cleanser HN (sabun wajah) dan Toner HN (tipe skin tonic). facial cleanser berfungsi membersihkan makeup, sel kulit mati, minyak, kotoran dan berbagai macam polusi dari kulit wajah, sedangkan Toner berfungsi untuk memperkecil pori-pori wajah.

Cream HN adalah produk kosmetik modern dan menggunakan emulsi minyak di dalam air sehingga aman untuk kulit wajah, emulsi lain yang sebaiknya anda ketahui adalah emulsi air dalam minyak, umumnya di gunakan untuk bagian tubuh yang lebih kasar (seperti tangan), selain itu Cream HN tidak menggunakan bahan lilin, pasta ataupun salep, karena bahan tersebut sama sekali tidak elegan digunakan sebagai kosmetik.

Cream HN tersedia dalam dua kemasan, yaitu kemasan 15 gram dan 30 gram. Dengan pemakaian teratur dan sesuai anjuran yang tertera pada kemasan, Cream HN akan memberikan hasil yang signifikan pada kulit wajah anda dalam waktu kurang dari 2 minggu. Kulit akan menjadi halus, mulus, licin, bersih dengan warna cerah yang segar, dengan kulit yang indah dan sehat anda akan tampil cantik penuh percaya diri.(y/s)

Pesan Sekarang! 087871264700

Harga: Rp.200.000 (15gr)
            Rp. 350.000 (30 gr)

Rabu, 04 November 2015

Toner Cream Hn Untuk Memperkecil Pori-Pori Wajah

cream hn
Toner hn

Mengenal dan Menggunakan Toner Pada Wajah

Skin toner atau tonik berfungsi untuk memperbanyak sel, memperkecil pori-pori, dan juga sebagai pembersih, semua hal penting untuk menghasilkan kulit yang sempurna. Kulit yang berminyak, jika cenderung menyumbat, akan bereaksi baik dengan bahan seperti Hydrastis Canadensis dan asam laktat dari susu. sedangkan skin toner yang mengandung ekstrak buah bermanfaat untuk kulit kering.

Terdapat 2 jenis toner, yaitu: toner yang digunakan usai membersihkan wajah dan toner yang digunakan sebagai pelembab. Toner yang digunakan seusai membersihkan wajah di sebut astringent, di buat untuk membersihkan sisa-sisa sabun atau susu pembersih pada wajah.

Astringent mulai populer pada tahun 80’an, ide awal pengembang toner astringent adalah membuat produk perawatan sebelum mengaplikasikan makeup pada wajah dengan cara menutup pori-pori menggunakan tonik. Astringent yang bereaksi pada kulit akan menghasilkan sedikit iritasi dan pembengkakan, yang pada akhirnya menutup pori-pori.

Permasalahannya, komposisi utama astringent adalah alkohol, aseton, kamper, mentol, borak, acid, air mawar dan tawas. Semua bahan tersebut mengakibatkan kulit menjadi kering.

Toner pelembab tidak mengandung bahan yang biasanya digunakan pada astringent, lebih banyak mengandung air dan bahan lain yang dapat memperhalus kulit. Kebalikan dari astringent, toner pelembab dibuat untuk tidak menutup pori-pori.

Menggunakan toner setelah cleanser pada pagi hari direkomendasikan oleh beberapa sumber. Busa lembut atau cleanser lotion baik untuk memoles dan mendapat sirkulasi pada kulit, sementara toner, dengan bahan aktif, akan mencerahkan kulit. Produk perawatan selanjutnya, seperti serum dan pelembab akan berinteraksi lebih efektif pada kulit setelah menggunakan cleanser dan toner.(y/s)

Referensi:

Campo, Riku. (2010), Best in Beauty: An Ultimate Guide to Makeup and Skincare Techniques, Tools, and products. Atria Books.

Yarosh, Daniel. (2008), The New Science of Perfect Skin: Understanding Skin Care Myths and Miracles for radiant skin at any age. Harmony.

Iwata, Hiroshi; Shimada, Kunio. (2012), Formulas, Ingredients and Production of Cosmetics: Technology of Skin- and har-care products in Japan. Springer Verlag, Japan.

Lees, Mark. (2013), Clearing Concepts: A Guide to Acne Treatment. Milady.

Pembersih Wajah Dari Cream Hn (Face Cleanser)

cream hn
Cleanser hn

Menemukan Face Cleanser Yang Tepat Bagi Wajah

Kulit wajah kita sangatlah halus dan sensitif, dan dalam rutinitas sehari-hari berhadapan dengan berbagai macam unsur. Wajah kita juga yang merupakan poin utama saat berinteraksi dengan sesama manusia, karena itu kita cenderung lebih banyak menyibukkan diri untuk merawat wajah.

Jika kita berbicara mengenai kecantikan, kemolekan, ketampanan, biasanya yang kita maksud adalah wajah seseorang. Tidak heran kita sangat menginginkan produk yang dapat membantu kita menjaga kecantikan dan kemudaan.


Membersihkan wajah secara rutin adalah kebutuhan, dengan membersihkan wajah akan menghilangkan kotoran, melepaskan minyak yang berlebihan dari pori-pori, memberantas jerawat, dan memperlambat penuaan seperti kerutan ataupun garis-garis halus di wajah.


Face Cleanser tersedia dalam bentuk cream, susu, busa, minyak, gel, dan sabun. Salah satu aspek terpenting dari pembersih wajah yang baik adalah bagaimana pembersih tersebut menjaga pH level kulit. Kulit wajah kita memiliki kadar asam yang cukup, dengan pH sekitar 5.5, yang membantu melawan bakteri dan jamur.


Sabun regular terlalu keras, melepaskan pH kulit kita, dan merontokkan lapisan asam, menyebabkan kulit tanpa perlindungan. Ada beberapa sabun regular di pasaran yang di buat sesuai dengan pH kulit kita, namun kebanyakan dari sabun tersebut gagal.


Jika melihat dari kebutuhan pH kulit kita, cleanser cream, susu, busa minyak dan gel bisa jadi baik namun bisa juga sebaliknya.


Untuk menemukan face cleanser yang sesuai dengan kebutuhan kulit wajah anda, belilah pengukur pH untuk mencoba produk cleanser anda.  Face Cleanser anda seharusnya memiliki pH antara 4.2 hingga 5.6.


Banyak sumber yang menginformasikan, pembersih mana yang tepat untuk kulit kita. Bagaimanapun, hanya karena anda memiliki kulit berminyak bukan berarti harus menjauh dari Cleanser cream atau pelembab. Faktanya, dengan mengabaikan pelembab justru meningkatkan potensi minyak yang berlebih pada wajah. (y/s)


Referensi:

Burnes, Deborah. 2009, Look Great, Live Green: Choosing Bodycare Products that Are Safe for You Safe for the Planet, Hunter House.

Moisturizer (Pelembab) Cream Hn

cream pelembab hn
Cream Pelembab hn

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Memilih Pelembab

Moisturizer atau pelembab, adalah racikan dari berbagai bahan baik itu alami maupun kimia yang dibuat untuk menghaluskan lapisan kulit paling luar. Pelembab meningkatkan kadar air pada kulit membantu mencegah kulit menjadi kering dan mengembalikan kulit kering kembali pada kondisi normal.

Kita membutuhkan pelembab karena pelindung pada lapisan terluar epidermis , yaitu lapisan yang menghalangi penguapan berlebihan pada kulit kita, terkadang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: faktor cuaca, atau mencuci tangan dengan sabun dan air panas secara berlebihan, juga iritasi kulit yang disebabkan oleh zat kimia.

Pelembab kulit telah ada sejak masa Mesir, Yunani dan Romawi kuno. Hal ini dibuktikan dengan penemuan lilin dan lemak binatang pada makam kuno di Mesir. Para ilmuwan meyakini masyarakat kuno telah mengenal pelembab untuk melindungi kulit dari cuaca, mencegah kulit kering, juga melembutkan kulit dan memperlambat proses penuaan. Jenis pelembab yang digunakan bergantung pada bahan yang tersedia. Bahan yang populer digunakan di antaranya: minyak alpukat, minyak palm, minyak zaitun, minyak wijen dan berbagai macam lemak binatang.

Wanita yunani dan romawi kuno menggunakan roti dan susu sebagai bahan untuk antiaging. Galen, seorang Physician (dokter/tabib) terkenal di masa itu terkait sebagai pelopor yang memformulasikan cream pendingin. Melakukan eksperimen dengan memasukan air pada campuran minyak zaitun dan lilin dari sarang lebah. Hasilnya produk yang melembabkan dan memberikan sensasi sejuk pada kulit.

Selama berabad-abad, kebanyakan produk pelembab menggunakan bahan alami seperti vanila, cengkeh, lemon, madu, maupun minyak, lemak dan lilin. Ratu Elizabeth menggunakan cream yang terbuat dari tumbuhan Primula Veris untuk mencegah penuaan dini. Cream tersebut menjadi sangat populer setelahnya.

Pada abad ke-19, mulai banyak perusahaan farmasi yang memproduksi dan menjual bahan pelembab untuk produk rumahan, bahan yang yang lazim ditemui hingga saat ini adalah Petroleum Jelly yang ditemukan oleh ahli kimia bernama Chesebrough dan glycerine, di gunakan oleh produk perawatan kulit untuk mencegah dan menyembuhkan kekeringan pada kulit.

Dalam produk kosmetik modern, pelembab kulit yang umumnya di gunakan adalah emulsi minyak dalam air seperti krim dan lotion, selain itu juga emulsi air dalam minyak (cream tangan). Lilin, pasta dan salep jarang digunakan dengan alasan “Tidak elegan untuk kosmetik”.

Saat ini, ada ratusan bahkan ribuan jenis pelembab untuk berbagai jenis kulit, bahkan tersedia juga produk yang bisa membersihkan dan melembabkan, banyak produk saat ini menggunakan bahan khusus untuk alasan tertentu, seperti alpha hydroxy acids (AHAs) untuk antiaging.(y/s)

Referensi:

Bak, Gabriella ; Alexander S, Kenneth. (2015), Introduction to Cosmetic Formulation and Technology, John wiley and sons, Inc., Hoboken, new Jersey.

Loden, Marie; I. Maibach, Howard. (2005), Dry Skin and Moisturizers: Chemistry and Function (Dermatology: Clinical & Basic Science) 2nd edition, CRC Press, Boca raton London New York Washington, D.C.